MBG Tetap Jalan di Bulan Puasa: Negara Hadir hingga Waktu Berbuka, Anak Sekolah Bawa Makan Gratis ke Rumah

- Editorial Team

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DADAN HINDAYANA, KEPALA BGN

DADAN HINDAYANA, KEPALA BGN

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti meski bulan Ramadhan 2026 tiba. Skema penyaluran memang disesuaikan, namun substansinya tetap sama: negara hadir menjamin asupan gizi anak bangsa, bahkan hingga waktu berbuka puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, MBG akan tetap dibagikan saat jam sekolah, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa. Bedanya, makanan tersebut tidak dikonsumsi di sekolah, melainkan dibawa pulang oleh siswa untuk disantap saat berbuka.

“Seperti tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa, makanan dibagikan pada jam sekolah. Ketika pulang, mereka membawa makanan itu,”
ujar Dadan saat ditemui di Menara Kompas, Senin (19/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahan 12 Jam, Siap Santap Saat Adzan Magrib

BGN telah menyiapkan skema teknis agar makanan tetap aman, layak, dan bergizi. Menu MBG selama Ramadhan dirancang dalam bentuk makanan siap santap dengan daya tahan hingga 12 jam, sehingga kualitasnya tetap terjaga hingga waktu berbuka.

“Makanannya siap santap dan tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsinya pada saat buka,” jelas Dadan.

Dengan skema ini, pemerintah berupaya menjawab dua tantangan sekaligus: menjaga nilai ibadah puasa sekaligus memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.

Daerah Nonpuasa Tetap Normal

Sementara itu, untuk wilayah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan puasa, penyaluran MBG dilakukan tanpa perubahan mekanisme. Program tetap berjalan seperti hari biasa, dengan konsumsi langsung di sekolah atau lokasi layanan.

“Di daerah-daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan normal tidak berubah,” tegas Dadan.

BGN menekankan, tidak ada satu pun kelompok penerima manfaat yang dikurangi haknya akibat penyesuaian ini. Pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita tetap menjadi prioritas utama.

“Semua diutamakan, baik yang puasa maupun tidak puasa. Hanya mekanismenya yang berbeda,” ujarnya.

Target 82,9 Juta Jiwa, Anggaran Rp 335 Triliun

Lebih jauh, Dadan mengungkap ambisi besar pemerintah pada 2026. Program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, dan ia optimistis target itu bisa tercapai hanya dalam lima bulan.

“Insya Allah akan selesai di tahun ini. Mudah-mudahan di bulan Mei sudah selesai,” katanya.

Optimisme ini didorong oleh pertumbuhan cepat jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah.

Dari sisi fiskal, negara menggelontorkan anggaran yang sangat besar:

  • Pagu anggaran: Rp 268 triliun

  • Dana standby: Rp 67 triliun

  • Total: Rp 335 triliun

Angka ini menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program sosial, melainkan proyek strategis nasional dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Lebih dari Sekadar Makan Gratis

Di tengah perdebatan soal efektivitas anggaran dan tata kelola, skema MBG saat Ramadhan memperlihatkan satu pesan politik yang kuat: negara tidak absen saat masyarakat beribadah.

MBG bukan hanya tentang makan siang di sekolah, tetapi tentang kehadiran negara dari pagi hingga adzan magrib, dari ruang kelas hingga meja berbuka.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB