MATAINDONESIA.CO.ID, JAMBI – Calon Ketua Umum BPP HIPMI nomor urut 1, Reynaldo Bryan, menegaskan bahwa agenda hilirisasi dan investasi nasional harus memberikan manfaat langsung bagi pengusaha daerah dan pelaku UMKM. Pesan itu ia sampaikan dalam Debat Kandidat Pertama Calon Ketua Umum BPP HIPMI yang berlangsung di Jambi.
Reynaldo mendorong penerapan skema mandatory partnership antara korporasi besar, investor, dan pengusaha daerah. Menurutnya, kemitraan tersebut diperlukan agar pengusaha muda di daerah tidak hanya menjadi penonton dalam arus besar investasi, tetapi dapat masuk sebagai bagian dari rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Hilirisasi tidak boleh hanya dinikmati korporasi besar. Harus ada mandatory partnership antara investor besar dan pengusaha daerah agar tercipta ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Reynaldo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Reynaldo, banyak pengusaha daerah memiliki kapasitas dan potensi besar, tetapi belum memperoleh akses yang memadai terhadap proyek strategis, pembiayaan, pasar, maupun jaringan industri nasional. Karena itu, HIPMI dinilai harus mengambil peran lebih aktif sebagai jembatan antara pemerintah, korporasi besar, investor, dan pelaku usaha lokal.
Ia menilai pola kemitraan wajib dapat menjadi jalan untuk mempercepat transfer kapasitas bisnis, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi UMKM daerah dalam rantai pasok nasional. Dengan begitu, hilirisasi tidak hanya berhenti sebagai agenda industri besar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi pengusaha muda di berbagai daerah.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan lebih banyak pengusaha yang naik kelas, lebih kompetitif, dan mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Reynaldo.
Debat perdana Calon Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2026–2029 digelar di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional atau Munas XVIII HIPMI. Empat kandidat yang mengikuti debat tersebut adalah Reynaldo Bryen nomor urut 1, Ade Jona Prasetyo nomor urut 2, Afi Kalla nomor urut 3, dan Anthony Leong nomor urut 4.
Dalam forum tersebut, Reynaldo juga menekankan pentingnya sinergi pengusaha muda untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai HIPMI memiliki posisi strategis untuk ikut mendorong agenda pembangunan, terutama melalui kekuatan kader di daerah.
Reynaldo menyebut kontribusi pengusaha daerah akan menjadi salah satu motor penting dalam memperkuat ekonomi nasional. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya ditopang kebijakan pusat, tetapi juga membutuhkan kolaborasi konkret dari pelaku usaha di tingkat daerah.
Gagasan itu sejalan dengan pesan inklusivitas yang sebelumnya disampaikan Reynaldo. Ia menegaskan HIPMI ke depan harus menjadi organisasi yang lebih terbuka bagi kader-kader daerah, termasuk dengan memberi ruang lebih besar dalam struktur kepengurusan pusat.
Dengan mengangkat isu mandatory partnership, Reynaldo berupaya menempatkan HIPMI bukan hanya sebagai wadah jejaring pengusaha muda, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan akses ekonomi. Ia ingin memastikan pengusaha muda daerah memiliki peluang yang sama untuk tumbuh, bersaing, dan menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional.












