Redam Isu Retak di Tubuh NU: Gus Ipul Tegaskan Gus Yahya Tetap Sah Ketua Umum PBNU

- Editorial Team

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya

Pertemuan PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya

MATAINDONESIA.CO.ID, SURABAYA – Isu keretakan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya dijawab langsung dari sumber utama. Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa kepemimpinan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tetap sah, diakui, dan berjalan sebagaimana mestinya. Penegasan ini disampaikan usai pertemuan penting jajaran PBNU bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Minggu (28/12/2025).

Pernyataan Gus Ipul sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa dinamika internal yang sempat memunculkan spekulasi publik tidak berkembang menjadi konflik terbuka. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum kembalinya suasana guyub dan rukun di lingkungan PBNU.

“Intinya hari ini kita sudah kumpul, kita sudah guyub. Alhamdulillah,” ujar Gus Ipul kepada awak media, dengan nada menenangkan sekaligus menutup berbagai tafsir liar yang beredar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Gus Ipul menegaskan bahwa komunikasi strategis antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf akan terus dilakukan untuk menentukan arah dan langkah organisasi ke depan. Pernyataan ini menjadi konfirmasi terbuka bahwa posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU tidak bergeser.

“Nanti Rais Aam bersama Ketua Umum akan melakukan pembicaraan lebih lanjut tentang apa yang akan kita lakukan ke depan,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, pertemuan di Pondok Pesantren Miftachussunnah tidak diarahkan untuk memperuncing perbedaan, melainkan justru memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Para pengurus PBNU memilih mengisi pertemuan dengan makan bersama dan berselawat—gestur simbolik yang sarat makna dalam tradisi Nahdlatul Ulama, menandai rekonsiliasi dan persatuan.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa guyub rukun, makan bersama, shalawatan. Soal ke depan bagaimana, nanti akan ada penjelasan lanjutan,” pungkas Gus Ipul.

Di tengah sorotan publik terhadap dinamika elite organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, pernyataan ini menjadi pesan politik-organisasi yang jelas: NU memilih merawat persatuan daripada memperpanjang polemik. Bagi PBNU, perbedaan pandangan adalah bagian dari dinamika, namun kepemimpinan tetap berjalan dalam koridor musyawarah dan khidmah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB