MATAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di Wisma Haji Ciloto, Jawa Barat, pada 9-10 Januari 2026 ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, dengan titik berat pada modernisasi data diaspora dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) KKMSB, Dr. Muhammad Zain, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam pidato arahannya, Dr. Muhammad Zain menegaskan bahwa di era disrupsi saat ini, kekuatan organisasi paguyuban tidak hanya terletak pada ikatan emosional semata, melainkan pada validitas data dan kualitas manusianya.
“Fokus utama kepengurusan periode ini adalah melakukan pendataan komprehensif Diaspora Mandar di seluruh Indonesia. Kita harus tahu potensi kita ada di mana saja. Selain itu, peningkatan kualitas SDM melalui fasilitasi beasiswa menjadi prioritas, di samping terus melakukan konsolidasi organisasi yang solid di setiap daerah,” tegas Dr. Muhammad Zain di hadapan peserta Rakornas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Zain, pemetaan demografi warga Mandar di perantauan sangat krusial untuk mensinergikan potensi ekonomi, sosial, dan politik warga Mandar bagi kemajuan daerah asal, Sulawesi Barat, maupun daerah tempat mereka bermukim.
Konsolidasi Tokoh dan Organisasi Otonom
Rakornas 2026 ini menjadi momentum spesial karena dihadiri oleh elemen lengkap organisasi. Tampak hadir jajaran Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah (BPW) dari seluruh provinsi di Indonesia, serta organisasi otonom Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB).
Ketua Dewan Pembina KKMSB, Muh. Asri Anas, dalam sambutannya menekankan pentingnya KKMSB menjadi rumah besar yang inklusif dan kontributif. Sementara itu, Ketua KWMSB, Dr. Asriati Zain, menyoroti peran strategis perempuan Mandar dalam menjaga ketahanan budaya dan keluarga di tanah rantau.
Soliditas kepengurusan BPP KKMSB juga terlihat dengan hadirnya para petinggi organisasi mendampingi Ketua Umum, antara lain Wakil Ketua Umum Mas’ud Shaleh dan Nursaid Mustafa, Sekretaris Jenderal Isra D. Pramulya, serta Bendahara Umum Jupri Mahmud.
Poin Penting Hasil Rakornas
Selama dua hari pelaksanaan, forum Rakornas menyepakati langkah-langkah taktis untuk mengeksekusi visi ketua umum Dan Organisasi, antara lain:
-
Digitalisasi Data: Pembentukan task force untuk sensus digital warga KKMSB di setiap wilayah.
-
Kemitraan Pendidikan: Membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan dan pemerintah untuk alokasi beasiswa bagi putra-putri Mandar berprestasi.
-
Penguatan Struktur: Revitalisasi kepengurusan wilayah dan cabang yang pasif untuk memastikan roda organisasi berjalan hingga ke akar rumput. Sekaligus pembentukannn wilayah baru termasuk cabang luar negeri.
- Sekretariat BPP KKMSB: Tempat mempererat silaturahmi antar penmgurus dan warga mandar yang berada di tanah rantau khususnya di Jakarta dan sebagai wadah konsolidasi organisasi.
Dalam Rakornas itu juga sebagai rangkaian acara dilaksanakan outbound untuk semakin menumbuhkan kekompakan dan dan soliditas pengurus KKMSB setelah itu ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk membawa semangat “Mandar” yang sipurio (saling menggembirakan) dan sipamandaq (saling menguatkan) dalam setiap gerak langkah organisasi ke depan.












