MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026) pukul 08.40 WIB. Kedatangan pesawat kepresidenan Garuda Indonesia ini menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kenegaraan selama sepuluh hari ke Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Abu Dhabi. Meski hujan mengguyur ibu kota, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta sejumlah pejabat tinggi seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap setia menunggu di bawah payung untuk menyambut sang Kepala Negara.
Begitu menuruni tangga pesawat, Presiden Prabowo langsung menyalami dan membalas hormat Gibran serta para pejabat lainnya. Beliau sempat berbincang sejenak di tengah rintik hujan sebelum akhirnya menaiki mobil Maung putih berplat RI-1 untuk meninggalkan bandara. Perjalanan panjang ini membawa misi besar, terutama saat Prabowo menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington DC bersama Presiden Donald Trump.
Dalam pertemuan bilateral eksklusif di Amerika Serikat, Presiden Prabowo berhasil mencetak kesepakatan ekonomi yang signifikan. Beliau meyakinkan Presiden Trump untuk menurunkan tarif dagang bagi Indonesia dari 32% menjadi 19%. Selain itu, kesepakatan tersebut membuka fasilitas tarif 0% untuk 1.819 produk unggulan Indonesia, termasuk kakao, minyak kelapa sawit, hingga kopi. Keberhasilan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis AS di bawah kepemimpinan Prabowo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diplomasi berlanjut ke London, Inggris, di mana Presiden menyaksikan kerja sama antara BPI Danantara dan raksasa semikonduktor, Arm Limited. Langkah ini menunjukkan fokus pemerintah dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi dan teknologi tinggi. Setelah dari Inggris, Prabowo terbang ke Yordania untuk menemui Raja Abdullah II. Di sana, beliau menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian di Timur Tengah, khususnya solusi jangka panjang untuk konflik Palestina melalui partisipasi aktif di Dewan Perdamaian.
Presiden mengakhiri rangkaian kunjungannya di Abu Dhabi dengan menemui Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Di sela-sela agenda buka puasa bersama, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di sektor energi dan investasi. Presiden MBZ secara langsung menyatakan komitmen UEA untuk meningkatkan suntikan modal ke Indonesia, menutup rangkaian perjalanan luar negeri Prabowo dengan janji kerja sama ekonomi yang semakin erat.












