MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana mengunjungi Teheran, Iran, bersama pemimpin Pakistan untuk meredam eskalasi konflik yang kian memanas di Timur Tengah. Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddique, mengungkapkan rencana besar ini setelah mendengar langsung penjelasan Presiden dalam pertemuan dengan para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3). Langkah diplomatik ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk mengambil peran strategis sebagai pemain global dalam menjaga perdamaian dunia.
Inisiatif Bersama Dua Negara Muslim Terbesar
Rencana kunjungan ini bermula dari komunikasi langsung melalui telepon antara pemimpin Pakistan dan Presiden Prabowo hanya beberapa jam sebelum pertemuan di Istana berlangsung. Dalam percakapan tersebut, Pakistan menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Indonesia dalam misi mediasi ke Iran. Jimly menilai kolaborasi ini sangat luar biasa, mengingat Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Dukungan Pakistan ini sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia yang sebelumnya telah menawarkan diri sebagai mediator konflik.
Misi Menurunkan Eskalasi dan Mencegah Serangan Lanjutan
Meski menyadari tantangan besar di depan mata, Jimly menegaskan bahwa upaya mediasi ini tetap harus berjalan untuk mencegah dampak konflik yang lebih luas. Tujuan utama dari lawatan ke Teheran ini adalah menurunkan tensi ketegangan dan mencegah serangan susulan dari pihak Israel setelah rangkaian serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Baginya, inisiatif Presiden Prabowo merupakan langkah konkret untuk menghentikan pertikaian agar tidak berlarut-larut, terlepas dari seberapa besar peluang keberhasilannya di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanti Kepastian dari Pihak yang Berkonflik
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih menunggu tanggapan resmi dari kubu-kubu yang bertikai, baik Iran maupun pihak Israel dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa dirinya terus menjalin komunikasi intensif dengan kedua belah pihak pasca-pernyataan kesediaan Prabowo menjadi mediator. Namun, baik Iran maupun Amerika Serikat menyatakan masih ingin memantau perkembangan situasi dalam beberapa minggu ke depan sebelum memberikan keputusan tegas terkait tawaran mediasi dari Indonesia tersebut.












