MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Gardu Jaga Jakarta sebagai bagian dari program “Jaga Jakarta” dengan menggandeng Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) dan Pengprov PORDI DKI Jakarta. Program ini dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.
Kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan PB PORDI ini diharapkan mampu menghadirkan gerakan sosial yang melibatkan warga secara langsung. Gardu Jaga Jakarta nantinya akan menjadi ruang komunikasi masyarakat sekaligus wadah membangun kepedulian bersama di tingkat lingkungan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, kerja sama dengan PORDI menjadi salah satu strategi untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga wilayah masing-masing. Hal itu disampaikan saat membuka Jakarta Domino Tournament 2026 di Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu (27/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kerja sama dengan PD Pordi dan Pengpov Pordi DKI Jakarta akan membuat yang namanya Gardu Jaga Jakarta. Sehingga masyarakat-masyarakat yang mempunyai hobi main domino juga memberikan kontribusi terhadap Jakarta untuk menjaga kampungnya masing-masing. Dan sepertinya ini akan bersifat masif karena kita ketahui bersama bahwa olahraga domino ini boleh dibilang memang sudah sangat membudaya terutama untuk masyarakat-masyarakat yang ada di bawah”
Menurut Andri, domino memiliki kedekatan dengan masyarakat karena telah menjadi bagian dari aktivitas sosial warga. Karena itu, komunitas domino dinilai memiliki potensi besar untuk ikut mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
” Iya, nah Gardu inilah yang nantinya akan menjadi tempat sosialisasi untuk sama-sama kita menjaga Jakarta supaya tetap kondusif, aman, nyaman sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitasnya dengan baik dan tenang.”
Andri menjelaskan, Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah yang dipilih sebagai proyek percontohan dalam pembentukan Gardu Jaga Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga meminta PB PORDI dan Pengprov PORDI DKI Jakarta memperkuat komunikasi dengan unsur pemerintah wilayah.
“Iya, kebetulan Jakarta Timur ini adalah salah satu pilot proyek untuk pembentukan Gardu Jaga Jakarta. Dan saya juga sudah bilang, sudah sampaikan kepada semua, terutama untuk PB dan Pengprov Pordi untuk lebih intensif melakukan komunikasi dengan unsur wilayah.
Baik itu dengan Wali Kota, dengan kecamatan, dan dengan kelurahan. Karena lurahlah yang tahu persis kondisi wilayahnya, kondisi masyarakatnya.”
Sementara itu, Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai program “Jaga Jakarta” menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial.
“Program Jaga Jakarta ini merupakan gerakan yang sangat positif karena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung, bukan hanya pemerintah, tetapi juga warga di tingkat paling bawah. Melalui Gardu Jaga Jakarta, semangat gotong royong dan kebersamaan dapat kembali diperkuat hingga ke akar rumput masyarakat,” ujar Ketum PB PORDI.
Andi Jamaro Dulung menegaskan PB PORDI siap mendukung program tersebut melalui jaringan organisasi yang ada. Menurutnya, olahraga domino tidak hanya berbicara soal kompetisi, tetapi juga mampu menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Kami dari PB PORDI siap mendukung program ini karena sejalan dengan semangat organisasi yang selalu mendorong kebersamaan, sportivitas, dan interaksi positif antarwarga. Gardu Jaga Jakarta bisa menjadi ruang komunikasi masyarakat, tempat membangun kepedulian sosial, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dengan warga,” kata Ketum PB PORDI.
Dengan adanya Gardu Jaga Jakarta, Pemprov DKI berharap masyarakat dapat semakin aktif mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Program ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas masyarakat dalam menciptakan Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan harmonis.












