Partai Gerakan Rakyat Resmi Dideklarasikan, Sahrin Hamid Terang-terangan Harapkan Anies Baswedan Jadi Presiden

- Editorial Team

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deklarasi Partai Gerakan Rakyat (sumber: Kompas.com)

Deklarasi Partai Gerakan Rakyat (sumber: Kompas.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Dalam deklarasi yang berlangsung pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu (18/1/2026), Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid secara terbuka menyatakan harapan politik besarnya, Anies Rasyid Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia di masa mendatang.

“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur, dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin dalam pidato perdananya sebagai ketua partai, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Gerakan Rakyat.

Pernyataan tersebut menandai secara tegas arah ideologis dan orientasi politik Partai Gerakan Rakyat sejak kelahirannya. Bukan sekadar deklarasi administratif, Rakernas ini menjadi momentum pembacaan posisi politik: partai baru ini ingin tampil sebagai kendaraan perjuangan alternatif yang berpihak pada rakyat kecil dan sekaligus memberi ruang bagi kepemimpinan nasional yang dianggap merepresentasikan perubahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sahrin menegaskan, lahirnya Partai Gerakan Rakyat merupakan ikhtiar panjang yang dimulai sejak 2023. Gerakan ini berkembang dari diskursus kolektif, menjadi organisasi kemasyarakatan pada 2025, hingga akhirnya mengambil keputusan strategis memasuki arena politik elektoral pada awal 2026.

“Ini adalah hari yang sangat bersejarah. Hari di mana kerinduan terhadap kekuatan politik alternatif itu menemukan jalannya. Sebuah partai yang lahir dari orang-orang kecil, dari orang-orang biasa,” kata Sahrin di hadapan peserta Rakernas dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, kehadiran Partai Gerakan Rakyat dimaksudkan sebagai alat perjuangan politik yang betul-betul berpihak pada kehendak rakyat, bukan sekadar perpanjangan elite kekuasaan. Ia menyebut, para kader datang dengan satu tekad yang sama: menghadirkan politik yang lebih jujur, adil, dan bermartabat.

Keputusan Gerakan Rakyat bertransformasi menjadi partai politik diambil melalui musyawarah dalam Rakernas I yang berlangsung sejak Sabtu (17/1/2026). Pimpinan Sidang Rakernas, Muhammad Ridwan, menyampaikan bahwa keputusan tersebut disepakati secara mufakat dalam sidang pleno.

“Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Setuju?” ujar Ridwan kepada peserta Rakernas. Serentak, forum menjawab, “Setuju.”

Ridwan menjelaskan, Gerakan Rakyat meyakini bahwa perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat membutuhkan langkah politik yang terorganisasi, berkelanjutan, dan konstitusional.

Dalam forum yang sama, Rakernas juga menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026–2031, sekaligus memberikan mandat kepadanya untuk membentuk struktur organisasi partai hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan demikian sah Bung Sahrin Hamid sebagai Ketua Partai Politik Gerakan Rakyat,” pungkas Ridwan.

Deklarasi Partai Gerakan Rakyat sekaligus mempertegas dinamika baru dalam lanskap politik nasional. Dengan menyebut nama Anies Baswedan secara eksplisit sejak hari pertama, partai ini tampak tidak ingin bermain aman. Sebaliknya, ia memilih posisi politik yang jelas, berani, dan terbuka, sebuah sinyal bahwa kontestasi politik ke depan akan semakin ramai oleh kekuatan alternatif di luar partai-partai mapan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB