MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan tanggapan terkait langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang mengimpor 105.000 unit mobil pick-up dari India. Kendaraan tersebut nantinya akan memperkuat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Ferry menegaskan bahwa kebijakan ini berpedoman pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025, yang memberikan mandat kepada PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana utama program tersebut.
Kolaborasi Pembangunan dan Pengadaan Fasilitas
Dalam menjalankan tugasnya, PT Agrinas bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membangun fisik gudang serta gerai KDMP di berbagai wilayah. Selain konstruksi bangunan, program ini mencakup pengadaan alat kelengkapan penunjang, termasuk armada kendaraan. Ferry mengakui bahwa pihak kementerian tidak mencampuri teknis negosiasi antara PT Agrinas dengan produsen asal India, namun kementerian terus memantau agar seluruh pembangunan fisik sesuai dengan standar yang tertuang dalam Inpres.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanggung Jawab dan Pengawasan Pemerintah
Pemerintah berkomitmen melakukan pemantauan dan evaluasi rutin terhadap perkembangan proyek KDMP, baik yang sudah rampung maupun yang masih dalam proses pengerjaan. Ferry menekankan bahwa Kementerian Koperasi ikut bertanggung jawab dalam memastikan PT Agrinas melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dan aturan yang berlaku. Menkop juga bersikap terbuka terhadap masukan atau temuan dari DPR RI serta meminta pihak terkait segera melapor jika menemukan adanya ketidaksesuaian di lapangan.
Alasan di Balik Impor Kendaraan dari India
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan tiga alasan utama memilih impor daripada mengambil seluruhnya dari pasar lokal. Pertama, produksi pick-up lokal yang hanya sekitar 70.000 unit setahun tidak akan mencukupi kebutuhan program tanpa mengganggu stabilitas industri logistik nasional. Kedua, kendaraan dari India tersebut menawarkan spesifikasi kompetitif dengan harga yang jauh lebih terjangkau, bahkan Joao mengklaim harganya hanya setengah dari harga kompetitor saat ini.
Menciptakan Harga yang Adil bagi Masyarakat
Alasan ketiga adalah upaya untuk memberikan alternatif pilihan bagi konsumen di tengah dominasi merek-merek tertentu. Joao menjelaskan bahwa PT Agrinas ingin memastikan masyarakat mendapatkan nilai barang yang sepadan dengan uang yang mereka keluarkan (value for money). Ke depannya, ia berharap kehadiran kendaraan ini dapat menciptakan harga yang lebih adil di pasar otomotif nasional, sehingga operasional koperasi desa dapat berjalan lebih efisien tanpa terbebani biaya investasi armada yang terlalu tinggi.












