MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengelolaan fiskal pemerintah yang buruk bukan menjadi penyebab terpuruknya nilai tukar rupiah yang kini mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah mencatat sejarah terburuknya setelah merosot 0,72% dan ditutup pada level Rp17.967 per dolar AS. Bahkan, mata uang garuda sempat menyentuh titik terendahnya di level Rp17.977 per dolar AS pada sesi perdagangan intraday pukul 14.57 WIB.
Menurut Purbaya, pergerakan liar rupiah dalam beberapa hari terakhir murni terjadi akibat pengaruh sentimen negatif dan berbagai rumor yang berkembang di pasar. Ia memastikan kondisi fundamental ekonomi nasional serta postur fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih sangat kokoh.
Rumor Pasar Picu Sentimen Negatif
Di Gedung Parlemen pada Rabu (3/6/2026), Purbaya menjelaskan kepada media bahwa isu-isu tak berdasar menjadi pemicu utama anjloknya rupiah secara mendadak. Salah satu rumor yang beredar menyebutkan bahwa dirinya memerintahkan industri perbankan untuk menggelar stress test jika rupiah menembus angka Rp18.000 per dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Purbaya membantah keras kabar burung tersebut dan menyatakan tidak pernah mengeluarkan instruksi itu. Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat fondasi ekonomi agar terus tumbuh lebih cepat, karena kondisi riil ekonomi yang sehat akan menentukan posisi nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.
Kondisi APBN Justru Makin Sehat
Purbaya juga menepis tudingan para pengamat yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan kebijakan fiskal pemerintah yang berantakan. Ia justru membeberkan fakta bahwa kinerja APBN per Mei 2026 menunjukkan perbaikan yang signifikan dibanding bulan April, dengan posisi surplus primer yang kembali positif dan lebih tinggi.
Selain itu, reformasi perpajakan yang bergulir sukses mendongkrak penerimaan pajak negara hingga tumbuh di atas 22% jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Purbaya memastikan anggaran negara dalam posisi yang sangat aman dan stabil, sebuah penilaian yang juga sejalan dengan pandangan berbagai lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Optimisme Pemulihan Rupiah di Akhir Bulan
Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan segera pulih seiring dengan mulainya implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Kebijakan ini berpotensi menambah pasokan valuta asing secara bertahap ke pasar domestik.
Meski aliran dana tersebut belum masuk secara instan, Purbaya memproyeksikan dampak positifnya terhadap penguatan rupiah akan mulai terlihat jelas pada akhir bulan ini. Ia meyakini mata uang rupiah akan kembali bangkit begitu rumor-rumor negatif di pasar mereda, mengingat fundamental ekonomi Indonesia saat ini tidak menghadapi masalah berarti.












