Lindungi Jemaah, Pemerintah Minta Keberangkatan Umrah Ditunda Akibat Konflik Timur Tengah

- Editorial Team

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah melaksanakan thawaf di masjidil haram, Mekkah (Sumber: Inilah.com)

Jemaah melaksanakan thawaf di masjidil haram, Mekkah (Sumber: Inilah.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah segera mengambil langkah tegas merespons ketegangan di Timur Tengah yang kian tidak menentu. Pemerintah mengimbau masyarakat agar menunda keberangkatan umrah demi menjamin keselamatan jemaah. Langkah ini menjadi prioritas utama seiring meningkatnya eskalasi perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang memicu penutupan ruang udara di berbagai negara.

Sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah telah menutup ruang udara mereka sepenuhnya. Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi. Kondisi dinamis inilah yang mendorong Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta jemaah yang berencana berangkat dalam waktu dekat untuk mengatur ulang jadwal mereka.

Meskipun situasi regional memanas, pemerintah memastikan bahwa kondisi di dalam wilayah Arab Saudi sendiri tetap aman dan terkendali. Dahnil meminta seluruh jemaah Indonesia yang saat ini sedang beribadah untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan setiap saat untuk memastikan perlindungan bagi seluruh warga negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Haji dan Umrah juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sinergi ini bertujuan untuk menangani jemaah yang terdampak penundaan kepulangan dengan baik. Pemerintah memastikan pihak terkait akan menyediakan akomodasi yang aman dan layak di hotel maupun lokasi lainnya bagi jemaah yang masih tertahan.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini terdapat 58.873 jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, terus memantau pergerakan data tersebut secara intensif. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar hanya merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB