Ledakan Kapal di Selat Hormuz: Otoritas UEA dan Oman Cari 3 ABK WNI yang Hilang

- Editorial Team

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz Jalur Perdangangan Minyak Dunia (Sumber:Detik.com)

Selat Hormuz Jalur Perdangangan Minyak Dunia (Sumber:Detik.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Kabar duka datang dari perairan Selat Hormuz setelah kapal tunda (tug boat) Mussafah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) mengalami ledakan hebat pada Jumat (6/3/2026) dini hari. Insiden yang terjadi di antara perairan UEA dan Oman tersebut mengakibatkan kapal terbakar hingga akhirnya tenggelam. Berdasarkan laporan terkini, tiga Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia dinyatakan hilang dalam peristiwa tragis tersebut.

Respons Cepat Kemenlu dan Upaya Penyelamatan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat segera menindaklanjuti laporan ini sesaat setelah menerima informasi kejadian. Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut membawa total tujuh awak yang terdiri dari warga negara Indonesia, India, dan Filipina. Hingga saat ini, tim penyelamat baru berhasil mengevakuasi empat kru, sementara proses pencarian terhadap tiga WNI lainnya masih terus berlangsung secara intensif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi Korban dan Investigasi Lanjutan

Terkait kondisi awak asal Indonesia, Heni menjelaskan bahwa satu WNI berhasil selamat namun harus menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di sebuah rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Sementara itu, otoritas keamanan di UEA dan Oman masih bekerja keras melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk menemukan korban yang hilang. Selain fokus pada pencarian, pemerintah setempat juga sedang melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab pasti di balik ledakan mematikan tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB