Kemandirian Pangan: Indonesia Menjadi Acuan Dunia

- Editorial Team

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Amran Sulaiman (Sumber: Pikiran Rakyat)

Mentan Amran Sulaiman (Sumber: Pikiran Rakyat)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan telah menempatkan Indonesia sebagai barometer global. Prestasi ini bahkan membuahkan penghargaan internasional dan menarik minat negara-negara seperti Jepang, Kanada, hingga Belarus untuk datang dan mempelajari sistem pertanian kita. Saat membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI pada 27 Maret 2026, ia meyakini bahwa capaian ini membuktikan Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.

Meski demikian, Amran memperingatkan bahwa krisis pangan tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas negara. Ia menyoroti bahaya ketergantungan pada impor yang tidak hanya merusak ekonomi, tetapi juga memberikan celah bagi negara pengekspor untuk menekan posisi politik Indonesia. Baginya, kemandirian adalah harga mati, yang hanya bisa tercapai melalui perpaduan antara doa dan kerja nyata yang masif di lapangan.

Hilirisasi dan Ekspor Bersejarah ke Palestina

Pemerintah kini tengah memacu berbagai program strategis, terutama melalui hilirisasi komoditas unggulan. Amran memaparkan bahwa optimalisasi produk turunan kelapa dan gambir berpotensi menyumbang nilai ekonomi hingga Rp5.000 triliun. Saat ini pun Indonesia telah mendominasi pasar minyak kelapa sawit (CPO) global, yang memperkokoh posisi bangsa sebagai pemain utama dalam industri agribisnis dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bukti nyata kekuatan pangan nasional, Indonesia baru saja mencetak sejarah dengan mengekspor 10.000 ton beras ke Palestina. Menutup arahannya, Mentan mengajak para pengusaha dan saudagar untuk bahu-membahu memperkuat ekonomi nasional berbasis potensi lokal, karena kemandirian pangan merupakan fondasi utama kedaulatan sebuah bangsa.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB