Gibran Tegaskan Salatiga Kota Paling Toleran di Indonesia: Natal Jadi Panggung Persaudaraan

- Editorial Team

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden RI menghadiri perayaan di Kota Salatiga

Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden RI menghadiri perayaan di Kota Salatiga

MATAINDONESIA.CO.ID, SALATIGA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan posisi Salatiga sebagai kota paling toleran di Indonesia saat menghadiri perayaan Natal bersama umat Kristiani di Lapangan Pancasila, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (25/12/2025). Pernyataan itu bukan sekadar pujian seremonial, melainkan penegasan politik kebangsaan di tengah meningkatnya tantangan intoleransi di berbagai daerah.

Perayaan Natal terbuka yang digelar oleh Badan Kerjasama Gereja-gereja Salatiga (BKGS) itu berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri sekitar 10.000 jemaat dari berbagai denominasi gereja. Natal dirayakan di ruang publik, tepat di jantung kota—sebuah simbol kuat tentang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Gibran disambut Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan Ketua BKGS Purwanto sebelum menuju lokasi ibadah. Usai perayaan, Gibran menyapa jemaat, tokoh lintas agama, serta masyarakat yang memadati Lapangan Pancasila.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan rasa syukur dapat merayakan Natal di kota yang selama ini dikenal sebagai laboratorium toleransi Indonesia. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh umat Kristiani.

“Selamat kepada Pak Wali Kota, karena Salatiga ini adalah kota paling toleran di Indonesia. Selamat juga untuk Pak Wakil Gubernur, karena di Jawa Tengah ada kota-kota toleran seperti Salatiga, Magelang, dan Semarang. Ini luar biasa, warganya toleran semua,” ujar Gibran.

Toleransi Bukan Slogan, Tapi Praktik Hidup

Di hadapan ribuan jemaat, Gibran menekankan bahwa toleransi tidak cukup hanya dikampanyekan, tetapi harus dirawat dan dijaga setiap hari, terutama oleh para pemuka agama.

“Saya titip untuk semua, pemuka agama, pendeta, dan romo yang ada di sini, toleransinya terus dijaga,” tegasnya.

Pesan itu menggarisbawahi peran strategis tokoh agama sebagai penjaga moral kebangsaan, bukan sekadar pemimpin komunitas masing-masing.

Tak hanya soal toleransi, Gibran juga mengajak umat Kristiani untuk mendoakan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam. Ia menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan harus melampaui sekat agama dan wilayah.

“Semoga Tuhan Yang Mahakuasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan jalan pemulihan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, serta meneguhkan semangat saling tolong-menolong di antara kita,” ucapnya.

Simbol Perdamaian dari Kota Toleransi

Sebagai penutup rangkaian acara, Gibran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga melepas balon ke udara—simbol perdamaian, harapan, dan kebersamaan antarumat beragama. Gibran juga membagikan kado Natal kepada anak-anak, menyapa mereka satu per satu, memperlihatkan sisi humanis seorang wakil presiden di tengah rakyat.

Perayaan Natal di Salatiga hari itu bukan sekadar ritual keagamaan. Ia menjelma pesan nasional: bahwa Indonesia yang rukun, inklusif, dan saling menghormati bukan utopia—ia nyata, dan Salatiga menjadi buktinya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB