MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi perbaikan kondisi pasar tenaga kerja nasional seiring capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II/2026. Penurunan angka pengangguran sebanyak 24 ribu orang hingga Mei 2026 menekan total pengangguran menjadi 7,22 juta orang. Membaiknya penyerapan tenaga kerja ini berjalan sejajar dengan penambahan 522 ribu lapangan kerja baru, sehingga mendorong jumlah total penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang.
Prospek ekonomi pada semester II/2026 juga mendapatkan dukungan kuat dari sejumlah indikator makro. Laju inflasi tercatat melandai ke tingkat 2,88 persen setelah sebelumnya sempat menembus angka 3 persen pada periode Lebaran kuartal I. Selain itu, sektor manufaktur kembali memasuki zona ekspansi dengan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di level 50,2, sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang bertengger di angka 117,8 mencerminkan optimisme masyarakat terhadap stabilitas perekonomian.
Sejalan dengan keterangan pemerintah, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja yang aktif mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,68 persen pada Februari 2026 menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menegaskan bahwa tren penurunan pengangguran ini terjadi secara konsisten pada kelompok pekerja laki-laki maupun perempuan, serta menjangkau wilayah perkotaan hingga perdesaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja yang mencapai 220,23 juta orang turut memperluas total angkatan kerja menjadi 155,41 juta orang per Mei 2026. Dari total 148,19 juta penduduk yang terserap di dunia kerja, sebanyak 98,98 juta orang bekerja secara penuh, 38,42 juta orang tergolong pekerja paruh waktu, dan 10,79 juta orang sisanya mengisi kategori setengah pengangguran. Data tersebut mengonfirmasi bahwa ekspansi ekonomi berhasil menggerakkan roda pasar kerja nasional secara simultan di berbagai kategori status pekerjaan.












