MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, berencana memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara besar-besaran. Melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (6/5/2026), Rosan mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengurangi jumlah entitas BUMN dari seribu lebih menjadi hanya sekitar 200 hingga 300 perusahaan saja. Langkah ini merupakan hasil evaluasi komprehensif selama setahun terakhir guna menciptakan nilai perusahaan yang lebih baik serta memitigasi berbagai dampak risiko.
Rosan menegaskan bahwa ia tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelanggaran integritas di tubuh BUMN. Baginya, sumber daya manusia merupakan aset terbesar bagi perusahaan negara, sehingga setiap keputusan harus berpatokan pada kepentingan rakyat Indonesia. Ia juga memperingatkan jajaran direksi agar menjauhi praktik rekayasa keuangan (financial engineering) yang tidak benar demi memoles laporan perusahaan.
Presiden Prabowo Subianto turut memberikan pesan keras bagi para pejabat BUMN agar memiliki kesetiaan penuh kepada merah-putih. Rosan menyampaikan bahwa Presiden mempersilakan siapa pun yang tidak sehati dalam membangun bangsa untuk segera keluar dari barisan. Selain menuntut integritas, Presiden juga meminta BUMN agar tidak hanya unggul dalam perencanaan yang solid, tetapi juga harus bekerja dengan ritme yang cepat dan cekatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah perampingan ini berakar pada temuan Danantara pada akhir 2025 yang menunjukkan adanya 1.067 entitas BUMN, termasuk anak dan cucu perusahaan. Mirisnya, sekitar 52 persen dari ribuan entitas tersebut gagal menciptakan nilai ekonomi yang sehat dan terus mencatatkan kerugian. Kondisi ini mencerminkan banyak perusahaan negara yang beroperasi secara tidak efisien dan tidak berkelanjutan karena gagal menghasilkan keuntungan.
Banyaknya anak dan cucu perusahaan yang bergerak di bidang usaha serupa juga memicu persaingan internal yang tidak sehat. Danantara menilai inefisiensi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa yang harus segera tuntas. Dengan memangkas jumlah perusahaan dan fokus pada entitas yang kompetitif, pemerintah berharap BUMN bisa menjalankan bisnis yang lebih sehat serta memberikan kontribusi nyata bagi negara.












