Natal sebagai Gugatan Moral: Kardinal Suharyo Sentil Negara Kaya Perusak Hutan, Korbannya Rakyat Tak Berdaya

- Editorial Team

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kardinal Suharyo

Kardinal Suharyo

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Perayaan Natal tak hanya menjadi ritual iman, tetapi juga panggung teguran moral bagi kekuasaan. Dari mimbar Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025), Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo melontarkan kritik tajam terhadap praktik perusakan lingkungan yang dilegalkan oleh negara dan elite berkekuatan modal.

Dengan nada tegas, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa dunia adalah rumah bersama, bukan ladang eksploitasi sepihak yang mengorbankan mereka yang tak memiliki kuasa.

“Kalau di suatu negara yang kuat, yang kaya merusak hutan, korbannya siapa? Korbannya saudara-saudara kita yang tidak mempunyai kuasa apa pun untuk mencegah itu,” tegas Kardinal Suharyo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu bukan sekadar refleksi ekologis, melainkan kritik langsung terhadap ketimpangan kuasa: ketika keputusan diambil oleh segelintir elite, tetapi dampaknya ditanggung oleh rakyat kecil.

Dalam semangat Natal, Kardinal Suharyo menyampaikan harapan agar para pemimpin negara benar-benar menjalankan mandat rakyat, bukan sekadar mengelola kekuasaan.

“Melalui semangat kelahiran Juruselamat, kami berharap para pemimpin yang memanggul mandat warga berdaulat bekerja sebaik-baiknya untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan bersama,” ujarnya.

Namun, harapan itu disertai peringatan keras. Kardinal Suharyo menyoroti praktik perusakan lingkungan yang berlindung di balik legalitas. Menurutnya, izin yang sah di atas kertas tidak serta-merta bermoral jika diperoleh melalui proses yang menyimpang.

“Kalau terjadi kerusakan hutan yang disebut legal, meskipun buruk, bisa jadi legalitasnya diperoleh dengan cara yang tidak bagus,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penebangan hutan—terutama untuk kepentingan pertambangan—secara langsung mengubah ekosistem dunia dan membawa konsekuensi jangka panjang yang tak bisa dipulihkan dengan mudah.

“Kalau hutan ditebang dan diganti dengan tambang atau apa pun, itu artinya ekosistem dunia berubah,” tutur Kardinal Suharyo.

Kardinal pun mengajukan pertanyaan yang menusuk nurani pengambil kebijakan: siapa yang menandatangani izin itu, dan apakah analisis dampak lingkungan benar-benar dilakukan secara jujur?

“Ketika izin diberikan, apakah analisis lingkungan dan analisis dampak itu sungguh dilakukan atau tidak?” ujarnya.

Pesan Natal Kardinal Suharyo dengan demikian berubah menjadi gugatan etis terhadap negara, hukum, dan kekuasaan ekonomi. Sebuah peringatan bahwa kehancuran lingkungan bukan sekadar soal alam, melainkan soal keadilan, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada yang lemah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB