Airlangga Datangi KPK di Tengah Tekanan Tarif Trump, Bahas Risiko Ekonomi AS di Gedung Antirasuah

- Editorial Team

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Airlangga Ke KPK (Sumber: Kumparan)

Airlangga Ke KPK (Sumber: Kumparan)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Langkah tak biasa dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Di tengah meningkatnya tekanan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Airlangga justru menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (14/1/2026).

Pantauan di lokasi, Airlangga tiba di markas antirasuah sekitar pukul 13.53 WIB, menggunakan mobil Lexus hitam, mengenakan kemeja batik, serta membawa map hitam. Kedatangannya sontak menarik perhatian publik, mengingat KPK identik dengan penegakan hukum, bukan forum diplomasi ekonomi.

Namun Airlangga menegaskan, kehadirannya bukan terkait perkara hukum, melainkan untuk membahas tarif risiko perdagangan yang ditetapkan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komunikasi untuk negosiasi tarif Amerika,” ujar Airlangga singkat kepada wartawan.

Masuk KPK Bersama Dua Wakil Menteri

Tak sendiri, Airlangga datang bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. Ketiganya disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa, sebelum kemudian masuk ke dalam gedung.

Berdasarkan agenda resmi KPK, para pejabat tersebut dijadwalkan mengikuti penyampaian hasil kajian pencegahan korupsi pada sektor terkait kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional, yang berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Sinyal Sensitivitas Kebijakan Ekonomi Global

Kehadiran Menko Perekonomian di KPK mengirimkan pesan kuat bahwa negosiasi tarif internasional tidak semata soal angka, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola, transparansi, dan mitigasi risiko kebijakan yang berpotensi menimbulkan celah korupsi.

Langkah ini sekaligus mencerminkan kehati-hatian pemerintah dalam merespons kebijakan proteksionis AS, yang berpotensi berdampak luas terhadap ekspor, investasi, energi, dan stabilitas ekonomi nasional.

Meski tak banyak pernyataan disampaikan ke publik, pertemuan ini menegaskan bahwa isu tarif Trump telah naik kelas—bukan lagi sekadar urusan diplomasi dagang, tetapi juga menyentuh aspek integritas kebijakan negara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB