MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukanlah sesuatu yang utopis. Ia meminta seluruh elemen bangsa untuk tidak kehilangan kepercayaan diri dalam mengejar target tersebut.
“Di era Orde Baru, pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah hal yang biasa. Kita perlu mengukur kembali nilai-nilai pertumbuhan jangka panjang,” ujar Misbakhun dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Ketua DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Depinas SOKSI itu menekankan bahwa upaya keluar dari middle income trap menjadi kunci utama percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, ia mengakui tidak banyak negara yang berhasil keluar dari jebakan tersebut.
“Hanya beberapa negara yang sukses, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok,” katanya.
Misbakhun menegaskan, pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen harus ditopang dengan kebijakan industrialisasi yang kuat. Menurutnya, sektor industri memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan dan berkelanjutan.
“Industrialisasi mampu mengangkat derajat pertumbuhan ekonomi secara signifikan,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya tetap mengedepankan sikap kehati-hatian di seluruh sektor, mengingat tingginya ketidakpastian global yang saat ini dihadapi.
“Jika dulu banyak variabel yang bersifat tetap, kini unsur ketidakpastian sangat besar dan sebagian berada di luar kendali pengambil kebijakan. Kita harus hidup berdampingan dengan ketidakpastian tersebut,” pungkas Misbakhun.












