Dari Gang Sempit ke Etalase Nasional: RT di Jakarta Timur Ini “Menampar” Cara Lama Membangun Kota

- Editorial Team

Senin, 5 Januari 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RT 08 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya kini sedot perhatian komunitas disabilitas hingga Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

RT 08 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya kini sedot perhatian komunitas disabilitas hingga Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Di tengah wajah Jakarta yang kerap diasosiasikan dengan beton, banjir, dan krisis lingkungan, RT 08 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur justru menghadirkan cerita yang berlawanan. Bukan lewat proyek bernilai miliaran rupiah, melainkan dari gang sempit yang disulap menjadi laboratorium hidup pembangunan berkelanjutan.

RT ini mendadak menjadi magnet perhatian. Warga dari luar kota, komunitas disabilitas, yayasan sosial, hingga Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berbondong-bondong datang. Alasannya sederhana namun “menampar”: inovasi lingkungan dan sosial justru lahir dari level paling bawah—Rukun Tetangga.

Lele di Selokan, Rupiah dari Sampah

Ketua RT 08 RW 04, Taufiq Supriadi Yusuf, menjadi motor penggerak perubahan. Melalui media sosial, ia konsisten membagikan praktik-praktik sederhana tapi visioner. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pemanfaatan saluran air bawah tanah (u-ditch) sebagai kolam budidaya ikan lele.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

U-ditch—beton berbentuk huruf U yang lazim dipakai sebagai saluran air—disulap menjadi kolam produktif. Air tetap mengalir, fungsi drainase tetap berjalan, tetapi ikan lele tumbuh dan menghasilkan nilai ekonomi. Sebuah jawaban konkret atas kritik klasik soal keterbatasan lahan di perkotaan.

Tak berhenti di situ, pengelolaan sampah menjadi agenda kolektif. Warga diajak memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah, dan hasilnya kembali ke warga dalam bentuk rupiah.

Lingkungan bersih, ekonomi bergerak, kesadaran tumbuh—tanpa jargon kosong.

Bukan Sekadar Gang, Tapi Ruang Belajar Publik

Inovasi itu mengubah wajah RT 08. Gang yang dulu biasa saja kini menjelma ruang belajar terbuka. Dalam tiga hari berturut-turut, wilayah ini menerima kunjungan beruntun dari berbagai pihak.

Yayasan Al Iman Cipinang Elok membawa puluhan peserta untuk mempelajari konsep living laboratory, sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis praktik nyata. Ketua yayasan, Ir. Imran, menyebut RT ini sebagai model yang layak direplikasi.

Keesokan harinya, sekitar 40 penyandang disabilitas bersama pendamping dari Precious One hadir untuk belajar tentang lingkungan yang inklusif. Ini menjadi kunjungan komunitas disabilitas pertama ke kawasan yang kini dikenal di Google Maps sebagai “Pencegah Krisis Planet”—lengkap dengan ribuan ulasan bintang lima dan simbol disabilitas.

“Kami melihat kepedulian lingkungan berjalan seiring dengan keberpihakan pada penyandang disabilitas. Ini bukan teori, tapi praktik,” ujar pendiri Precious One, Ratnawati Sutedjo.

Pusat Turun ke RT: Negara Akui Gerakan Warga

Puncaknya, Kementerian PKP turun langsung. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Dr. Sri Haryati, hadir atas arahan Menteri. Ia disambut jajaran kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Apresiasi datang tanpa basa-basi.

“Kami bangga melihat SDGs dan Asta Cita diterjemahkan langsung di tingkat RT. Ini bukan proyek, ini gerakan warga. Bahkan membuktikan CSR seharusnya berdaya guna dan dirasakan langsung masyarakat,” tegas Sri Haryati.

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik implisit terhadap pembangunan yang kerap elitis dan jauh dari warga.

Target Lebih Jauh: Swasembada Energi dan Pangan

Bagi Taufiq, sorotan publik bukan tujuan akhir. Ia menegaskan langkah selanjutnya: swasembada energi dan pangan berbasis komunitas.

“Kami akan terus belajar dan berbenah. Target kami adalah swasembada energi dan pangan di tingkat RT sebagai dukungan nyata terhadap SDGs, Asta Cita Pemerintah, dan komitmen ‘Jaga Jakarta’,” ujarnya.

Gerakan “RT 8 Bersama Tumbuh Maju” kini menjadi bukti bahwa perubahan tak harus menunggu kebijakan besar dari atas. Di saat wacana pembangunan sering terjebak seminar dan slogan, RT kecil di Jakarta Timur ini justru menunjukkan: solusi bisa dimulai dari gang sempit—asal ada keberanian, konsistensi, dan gotong royong.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB