H. Abdul Wahab: Pesta Nelayan Tanangan Harus Memperkuat Silaturahmi dan Menjadi Pintu Wisata Bahari Majene

- Editorial Team

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Abdul Wahab Bersama dengan Peserta Jalan Santai

H. Abdul Wahab Bersama dengan Peserta Jalan Santai

MATAINDONESIA.CO.ID, Majene – Kegiatan jalan santai yang diikuti sekitar seribu warga Tanangan dan sekitarnya, Minggu (28/12), menjadi penanda dimulainya rangkaian Pesta Nelayan Tanangan yang puncaknya akan digelar pada 4 Januari 2026. Di balik kemeriahan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majene, H. Abdul Wahab, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini memuat pesan sosial, historis, sekaligus arah kebijakan pembangunan pesisir yang harus dibaca secara serius.

Menurut H. Abdul Wahab, jalan santai bukan sekadar kegiatan olahraga massal, tetapi ruang sosial yang mempertemukan kembali warga Tanangan, baik yang bermukim di kampung halaman maupun yang datang dari luar daerah.

“Melalui jalan santai ini, saya berharap tali silaturahmi antarwarga semakin erat. Inilah kekuatan utama masyarakat pesisir, kebersamaan, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap kampungnya,” ujar Abdul Wahab.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana jalan Santai Pesta Nelayan Tanangan Majene

Tradisi Maritim dan Perekat Sosial

Abdul Wahab menempatkan Pesta Nelayan sebagai tradisi maritim tua Nusantara yang sarat makna. Ia merujuk pemikiran sejarawan bahari A.B. Lapian, yang menegaskan bahwa ritual nelayan adalah ekspresi historis masyarakat pesisir dalam membangun relasi simbolik dengan laut, ruang hidup yang penuh risiko dan harapan.

Dalam perspektif antropologi, lanjutnya, tradisi ini tentang ritual sebagai sistem simbol yang memperkuat solidaritas sosial. Pesta Nelayan Tanangan, menurut Abdul Wahab, adalah alat pemersatu sosial lintas generasi, sekaligus sarana pendidikan nilai bagi generasi muda pesisir.

Lebih jauh, H. Abdul Wahab menilai bahwa nilai syukur dan doa dalam Pesta Nelayan mencerminkan etika ekologis yang relevan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Ia mengaitkan tradisi ini dengan pemikiran Fritjof Capra tentang keterhubungan manusia dan alam dalam satu sistem kehidupan.

“Nelayan Tanangan siap mendukung ketahanan pangan nasional, karena sejak lama mereka memahami bahwa laut harus dijaga keberlanjutannya,” katanya.

Namun ia menegaskan, kontribusi tersebut harus dibalas dengan kehadiran nyata negara melalui bantuan sarana dan prasarana alat tangkap, perlindungan keselamatan kerja, serta penataan pemukiman nelayan yang layak sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.

Momen Foto Bersama Jalan Santai Pesta Nelayan Tanangan Majene

Pesta Nelayan sebagai Agenda Wisata Bahari

Dalam rilis tersebut, H. Abdul Wahab juga menyampaikan harapan strategis agar Pesta Nelayan ke depan tidak hanya menjadi perayaan internal masyarakat pesisir, tetapi berkembang menjadi agenda promosi wisata bahari Kabupaten Majene.

“Saya berharap pelaksanaan Pesta Nelayan ke depan bisa lebih meriah, terkelola dengan baik, dan menjadi ajang promosi wisata bahari. Tradisi ini punya daya tarik budaya, sejarah, dan alam yang kuat,” tegasnya.

Menurut Abdul Wahab, jika dikemas secara konsisten dan profesional, Pesta Nelayan Tanangan dapat menjadi ikon wisata budaya pesisir, yang bukan hanya mengangkat ekonomi lokal, tetapi juga menjaga identitas maritim Majene.

Dari Tradisi ke Kebijakan Publik

Bagi H. Abdul Wahab, Pesta Nelayan Tanangan adalah arsip sosial yang hidup sekaligus kritik halus terhadap pola pembangunan yang masih cenderung darat-sentris dan kota-sentris. Jalan santai yang diikuti ribuan warga menjadi metafora perjuangan nelayan unntuk melangkah bersama, menjaga tradisi, dan menuntut keadilan kebijakan.

“Merawat Pesta Nelayan berarti merawat sejarah, memperkuat persaudaraan, menjaga ekologi, dan membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Tanangan, menurut Abdul Wahab, telah memberi pesan jelas laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi ruang budaya dan peradaban. Dan dari Pesta Nelayan inilah, harapannya, Majene melangkah lebih percaya diri sebagai daerah maritim yang berdaulat dan berkeadilan. Acara tersebut juga dihadiri oleh Lurah Pangali-ali serta aparat keamanan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kemeriahan HUT ke-81 RI, P3D Palipi Soreang Gelar Jalan Santai dan Penutupan Gerakan Semarak Kemerdekaan 2026
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB