Dari Kubur Sunyi ke Monumen Negara: Kapolri Ziarahi Marsinah, Polisi Bangun Museum Ikon Perlawanan Buruh

- Editorial Team

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kapolri, Listiyo Sigit Prabowo di Dampingi sejumlah pejabat menziarahi makam Marsinah

kapolri, Listiyo Sigit Prabowo di Dampingi sejumlah pejabat menziarahi makam Marsinah

MATAINDONESIA.CO.ID, NGANJUK – Negara akhirnya datang ke makam yang selama puluhan tahun menjadi saksi bisu luka sejarah. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukamoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025). Tak sekadar tabur bunga, kunjungan ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah—sebuah simbol pengakuan negara atas perjuangan buruh yang dulu dibungkam dengan kekerasan.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Kapolri tiba di kompleks makam Marsinah. Ia disambut Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea serta Marsini, kakak kandung Marsinah. Hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri.

Prosesi ziarah berlangsung khidmat. Doa dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan tabur bunga oleh Kapolri, pimpinan serikat buruh, keluarga Marsinah, dan Gubernur Jawa Timur. Di pusara sederhana itulah, institusi negara yang dulu hadir dalam bayang-bayang kekuasaan Orde Baru kini berdiri memberi hormat pada seorang buruh perempuan yang gugur karena memperjuangkan haknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai ziarah, Kapolri melanjutkan agenda dengan prosesi ground breaking pembangunan Rumah Singgah atau Museum Pahlawan Nasional Marsinah. Bangunan ini dirancang bukan sekadar monumen sejarah, tetapi ruang hidup bagi ingatan kolektif perjuangan buruh Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah. Ini untuk mengenang beliau sebagai tokoh nasional dari kalangan buruh, agar semangat perjuangan beliau terus hidup dan menginspirasi rekan-rekan buruh dalam mengawal hak-haknya,” ujar Jenderal Sigit di lokasi.

Kapolri menegaskan, museum tersebut juga diharapkan menjadi pusat aktivitas buruh dan ruang edukasi publik. Lebih jauh, negara ingin kehadiran Marsinah memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami, ini bisa menumbuhkan ekonomi baru di desa ini. Akan ada kunjungan buruh dari seluruh Indonesia, UMKM hidup, desa berkembang, dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Ini menjadi kebanggaan karena tokoh nasional lahir, dibesarkan, dan dimakamkan di sini,” ucapnya.

Marsinah bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Ia adalah simbol keberanian seorang buruh perempuan PT Catur Putra Surya (CPS) yang diculik dan dibunuh pada Mei 1993 setelah lantang menuntut hak pekerja. Kasusnya menjadi luka terbuka reformasi dan penanda gelap represi terhadap gerakan buruh di era Orde Baru. Kini, lebih dari tiga dekade setelah kematiannya, negara akhirnya mengukuhkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional—yang pertama lahir pascakemerdekaan Indonesia.

Bagi keluarga, kunjungan Kapolri bukan seremoni biasa. Marsini mengaku bangga dan terharu atas kepedulian Kapolri terhadap isu perburuhan dan penyelesaian konflik industrial yang dinilainya sejalan dengan semangat perjuangan adiknya. Undangan pribadi Marsini kepada Kapolri untuk berziarah ke makam Marsinah pun akhirnya terwujud hari ini.

Marsinah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025. Penghargaan itu bukan hanya mengangkat nama seorang buruh, tetapi juga menegaskan babak baru relasi negara dengan sejarah kelamnya sendiri.

Ketika polisi membangun museum untuk seorang buruh yang dulu dibungkam, publik bertanya: apakah ini sekadar simbol, atau awal dari komitmen nyata negara untuk memastikan perjuangan Marsinah tak lagi berakhir di liang kubur?

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB