Bahlil Bertemu Presiden Prabowo, Pemerintah Pastikan Indonesia Siap Capai Swasembada Energi 2026

- Editorial Team

Sabtu, 22 November 2025 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka Jakarta

Menteri ESDM bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka Jakarta

MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta — Pemerintah kembali menegaskan komitmennya menuju kemandirian energi nasional, meski jadwal peresmian proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, harus mengalami penyesuaian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa peresmian yang semula direncanakan pada 10 November 2025 kini resmi bergeser menjadi Rabu, 17 Desember 2025.

Pengumuman ini disampaikan Bahlil usai melaporkan perkembangan terbaru sektor energi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/11/2025).

RDMP Kaltim Jadi Laporan Utama kepada Presiden

Bahlil menekankan bahwa progres RDMP Balikpapan merupakan salah satu poin penting dalam laporan rutin kepada Presiden. Proyek ini disebut akan menjadi lompatan besar menuju swasembada energi nasional.

“Saya melaporkan tentang rencana peresmian RDMP di Kalimantan Timur yang kalau itu diresmikan maka InsyaAllah 2026 kita sudah mencapai swasembada di bidang energi solar dan avtur. Ini yang kita lagi rencanakan ke depan,” ujar Bahlil.

Ketika ditanya mengenai kepastian jadwal peresmian, Bahlil menegaskan bahwa tanggal baru telah disepakati.

“Rencananya insyaAllah doain di tanggal 17 Desember,” tegasnya.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya memastikan bahwa seluruh fasilitas utama RDMP Balikpapan akan mencapai kesiapan 100% dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan usai meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu (19/11/2025).

“Rencananya, peresmian akan diusulkan kepada protokol istana untuk dilakukan oleh Bapak Presiden pada pertengahan Desember 2025. Kami optimis jadwal on schedule,” ujar Yuliot.

RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek kilang terbesar dalam sejarah Pertamina dengan nilai investasi mencapai US$7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun.
Yuliot menambahkan, proyek ini diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan impor BBM hingga 15%.

“Ini adalah investasi BUMN yang sangat besar demi mendukung visi ketahanan energi nasional Bapak Presiden,” katanya.

Tonggak Penting Ketahanan Energi Nasional

RDMP Balikpapan dipandang sebagai salah satu pilar utama untuk mewujudkan ketahanan energi Indonesia. Dengan kapasitas produksi mencapai 360.000 barel per hari, kilang ini diperkirakan mampu memasok 22%–25% kebutuhan energi nasional.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, RDMP juga dibangun untuk:

  • meningkatkan kualitas bahan bakar,
  • memperluas kapasitas penyimpanan,
  • memperkuat infrastruktur pengolahan migas dalam negeri.

“Jadi untuk minyak yang akan diolah, ini kan kita dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri,” jelas Yuliot.

Pemerintah menegaskan bahwa pergeseran jadwal peresmian bukanlah hambatan strategis, melainkan penyesuaian teknis untuk memastikan seluruh fasilitas siap beroperasi maksimal. Bila kilang ini resmi beroperasi, Indonesia akan memasuki fase penting menuju swasembada solar dan avtur pada 2026, sekaligus mengurangi impor yang selama ini menjadi beban anggaran negara.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tak Pandang Gelar dan Jabatan: Guru Besar hingga Pejabat Negara Jadi Korban Scam, OJK Bunyikan Alarm Bahaya
Prabowo Tantang Raksasa Fast Food Dunia: Produksi Makan Bergizi Gratis Segera Lampaui McDonald’s
Luhut Binsar Pandjaitan Tegas Bantah Keterlibatan dalam PT Toba Pulp Lestari: Informasi yang Beredar Dinilai Keliru dan Menyesatkan
Sepi Pelanggan, Pasar Jatinegara Kian Tergerus Zaman Digital
Ketua PW GP Ansor Sulbar Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Kaderisasi: Terima 149 Ekor Kambing untuk 7 Kelompok Ternak
Presiden Putin Tawarkan Kerja Sama Nuklir Damai hingga AI, Rusia Siap Perkuat Hubungan Strategis dengan Indonesia
Koperasi Merah Putih Resmi Diluncurkan 28 Oktober 2025, Ini Cara Daftar dan Klarifikasi Gaji Pengurus
Viral Kasus Hina Honorer, Ternyata Segini Gaji Karyawan PT Timah

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:45 WIB

Tewasnya Anak SD di NTT Dinilai Potret Kemiskinan dan Problem Pendidikan

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:12 WIB

Prabowo Buka Opsi Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan RI

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:54 WIB

Nadiem Kaget Banyak Pejabat Kemendikbud Terima Jatah Uang Pengadaan Chromebook

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:52 WIB

Gentengisasi nasional: Presiden Prabowo ingin Indonesia bebas atap seng

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:32 WIB

LPH Pusat Halal Insan Kamil Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal di Pangkep

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:43 WIB

Duka Mendalam Selimuti Sulawesi Barat, Wakil Gubernur Salim S Mengga Wafat

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:39 WIB

LPH Pusat Halal Insan Kamil dan LSP Pariwisata Pesona Indonesia Gelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Chef

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:33 WIB

Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional 2026–2030, Perkuat Arah Strategis Ketahanan dan Transisi Energi

Berita Terbaru

Kemenlu Sugiono (Sumber: Merdeka.com)

Internasional

Prabowo Buka Opsi Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan RI

Rabu, 4 Feb 2026 - 11:12 WIB