Tewasnya Anak SD di NTT Dinilai Potret Kemiskinan dan Problem Pendidikan

- Editorial Team

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SD gantung diri di ntt (Sumber: Inews. id)

Siswa SD gantung diri di ntt (Sumber: Inews. id)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Kematian memilukan YBS, siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, memicu kritik tajam terhadap sistem pendidikan nasional. Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menegaskan bahwa tragedi bunuh diri ini membuktikan biaya sekolah masih mencekik warga miskin. Ia menilai pemerintah mengabaikan amanat konstitusi dan perintah Mahkamah Konstitusi untuk membebaskan biaya pendidikan dasar, serta justru memprioritaskan anggaran pada program lain yang kurang mendesak.

Kritik Keras Parlemen Terhadap “Sirene Kegagalan” Negara

Ubaid menyebut peristiwa ini sebagai “sirene kegagalan” sistemik negara dalam melindungi hak dasar anak. Senada dengan itu, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendesak pemerintah segera mengoreksi sistem perlindungan sosial agar tidak ada lagi anak yang berputus asa karena urusan alat tulis. Ia menekankan bahwa konsep sekolah gratis harus mencakup seluruh perlengkapan belajar bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Urgensi Jaring Pengaman Sosial di Sekolah

Wakil Ketua Komisi X DPR Hadrian Irfani mendesak negara hadir sepenuhnya agar anak-anak tidak memikul beban ekonomi sendirian. Ia mendorong pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial di sekolah guna menjaga kondisi psikis siswa dari tekanan kemiskinan. Selain peran negara, Ari mengingatkan orang tua dan lingkungan sekitar untuk lebih peka dalam memberikan dukungan emosional kepada anak.

Realita Pahit di Balik Putusnya Harapan YBS

Tragedi ini bermula saat YBS meminta uang kurang dari 10.000 rupiah untuk membeli buku dan pena. Ibunya, seorang buruh serabutan yang menghidupi lima anak, terpaksa mengaku tidak memiliki uang. Tekanan ekonomi tersebut diduga memicu keputusasaan YBS hingga ia ditemukan meninggal dunia pada akhir Januari 2026. Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi kemanusiaan sekaligus seruan mendesak agar kemiskinan tidak lagi menghalangi akses pendidikan anak Indonesia.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prabowo Buka Opsi Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan RI
Nadiem Kaget Banyak Pejabat Kemendikbud Terima Jatah Uang Pengadaan Chromebook
Gentengisasi nasional: Presiden Prabowo ingin Indonesia bebas atap seng
Transisi Kepemimpinan di Tengah Badai Pasar Modal: Jeffrey Hendrik Ditunjuk Sebagai Pjs Dirut BEI
Duka Mendalam Selimuti Sulawesi Barat, Wakil Gubernur Salim S Mengga Wafat
LPH Pusat Halal Insan Kamil dan LSP Pariwisata Pesona Indonesia Gelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Chef
Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional 2026–2030, Perkuat Arah Strategis Ketahanan dan Transisi Energi
Komisi III DPR RI Murka: Kasus Hogi Minaya Dinilai Salah Kaprah, Polisi dan Jaksa Diminta Hentikan Perkara

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:45 WIB

Tewasnya Anak SD di NTT Dinilai Potret Kemiskinan dan Problem Pendidikan

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:12 WIB

Prabowo Buka Opsi Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan RI

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:54 WIB

Nadiem Kaget Banyak Pejabat Kemendikbud Terima Jatah Uang Pengadaan Chromebook

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:52 WIB

Gentengisasi nasional: Presiden Prabowo ingin Indonesia bebas atap seng

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:32 WIB

LPH Pusat Halal Insan Kamil Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal di Pangkep

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:43 WIB

Duka Mendalam Selimuti Sulawesi Barat, Wakil Gubernur Salim S Mengga Wafat

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:39 WIB

LPH Pusat Halal Insan Kamil dan LSP Pariwisata Pesona Indonesia Gelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Chef

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:33 WIB

Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional 2026–2030, Perkuat Arah Strategis Ketahanan dan Transisi Energi

Berita Terbaru

Kemenlu Sugiono (Sumber: Merdeka.com)

Internasional

Prabowo Buka Opsi Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan RI

Rabu, 4 Feb 2026 - 11:12 WIB