MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA — Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (PALPASI) Indonesia secara resmi menutup rangkaian kegiatan Short Course Lingkungan dan Hak Asasi Manusia pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan yang telah berlangsung intensif sejak 22 Januari 2026 ini ditutup langsung oleh Ketua Umum PALPASI Indonesia, Andi Muh. Riski AD, SH., MH., dalam sebuah upacara penutupan yang penuh makna dan memberikan arahan strategis kepada para peserta terpilih.
Acara penutupan yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting ini dipandu dengan apik oleh Lintang selaku Master of Ceremony (MC) sekaligus ketua Bidang di PALPASI Indonesia. Penyelenggaraan secara virtual ini memungkinkan partisipasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti acara penutupan dengan lancar.
Rangkaian kegiatan Short Course Lingkungan dan HAM ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PALPASI Indonesia dengan Institute for Transformative Research on Sustainability and Religious Action (INTIRA). Kerja sama kedua lembaga ini bertujuan untuk membangun kapasitas generasi muda dalam memahami isu-isu krusial terkait lingkungan hidup dan hak asasi manusia yang semakin kompleks di era modern.
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan pada acara penutupan, Rini Asriasni, S.Hum., M.Si., selaku Penanggung Jawab Kegiatan sekaligus Direktur Bidang HAM dan Demokrasi PALPASI Indonesia, memaparkan hasil seleksi yang sangat ketat sepanjang program berlangsung. Dari total 79 peserta awal yang mendaftar dan mengikuti kegiatan, hanya 28 peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian program hingga akhir dengan komitmen dan dedikasi penuh.
Rini menekankan bahwa ke-28 peserta yang lolos seleksi ketat ini memikul tanggung jawab intelektual yang besar untuk menuangkan isi kepala dan gagasan kritis mereka ke dalam bentuk tulisan yang berkualitas. Ekspektasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari tujuan pembelajaran yang transformatif.
“Output dari kegiatan ini bukan sekadar sertifikat. Kami mengharapkan seluruh intisari ilmu yang telah didapatkan selama program ini dituliskan kembali oleh peserta. Tulisan-tulisan tersebut nantinya akan dibukukan oleh PALPASI Indonesia, agar gagasan mereka menjadi sesuatu yang abadi dan dapat diketahui serta dipelajari oleh semua orang,” tegas Rini dalam laporannya yang disampaikan dengan penuh semangat.
Pernyataan Rini ini menunjukkan komitmen PALPASI Indonesia untuk tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga mendorong produksi karya intelektual yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi diskursus lingkungan dan HAM di Indonesia. Pembukuan gagasan peserta menjadi strategi untuk memastikan keberlanjutan dan penyebaran ide-ide progresif yang telah dikembangkan selama program.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan performa terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kontribusi mereka selama mengikuti program. Predikat Peserta Teraktif diberikan kepada Fildzah Syafarina Nf yang menunjukkan partisipasi konsisten dan aktif dalam setiap sesi diskusi dan kegiatan. Sementara itu, predikat Peserta Terbaik diraih oleh Raghib Muhammad Sakho yang menunjukkan pemahaman mendalam dan kemampuan analisis kritis yang luar biasa terhadap isu-isu lingkungan dan HAM.
Ketua Umum PALPASI Indonesia, Andi Muh. Riski AD, SH., MH., dalam sambutan penutupannya mengamini dan memperkuat rencana pembukuan karya para peserta tersebut. Ia menegaskan bahwa dokumentasi pemikiran adalah langkah konkret dalam memperjuangkan keadilan lingkungan (environmental justice) yang menjadi isu mendesak di tengah krisis iklim global.
“Karya tulis yang akan dibukukan nanti adalah bukti sejarah bahwa generasi muda hari ini tidak diam melihat krisis lingkungan dan kemanusiaan,” ujar Riski dengan tegas sebelum menutup acara secara resmi. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kemanusiaan yang semakin kompleks.
Sambutan Ketua Umum PALPASI ini juga menekankan bahwa karya tulis bukan hanya sekadar dokumentasi, melainkan warisan intelektual yang akan menjadi referensi bagi generasi mendatang. Dengan dibukukan, gagasan-gagasan kritis para peserta akan dapat diakses oleh publik luas, akademisi, aktivis, dan pembuat kebijakan yang membutuhkan perspektif segar tentang isu lingkungan dan HAM.
Short Course Lingkungan dan HAM yang berlangsung selama lebih dari dua minggu ini mengusung berbagai topik penting, mulai dari keadilan iklim, hak-hak masyarakat adat, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, hingga perlindungan pembela HAM lingkungan. Para peserta mendapatkan paparan dari narasumber berkompeten di bidangnya masing-masing, serta terlibat dalam diskusi interaktif yang mendorong pemikiran kritis.
PALPASI Indonesia adalah organisasi kepemudaan yang bergerak dengan visi “Maju Pendidikannya, Sehat Demokrasinya”. Organisasi ini berkomitmen mencetak pemuda yang berdaya nalar kritis melalui pendidikan dan aktivisme yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan berbagai program yang diselenggarakan, PALPASI terus berupaya membangun kapasitas generasi muda Indonesia untuk menjadi pemimpin masa depan yang visioner dan berkeadilan.
Kegiatan Short Course Lingkungan dan HAM ini merupakan salah satu dari sekian banyak program PALPASI dalam rangka mewujudkan visi tersebut. Dengan menggabungkan pendidikan, aktivisme, dan produksi karya intelektual, PALPASI Indonesia menunjukkan pendekatan komprehensif dalam membangun gerakan pemuda yang tidak hanya reaktif terhadap isu-isu sosial, tetapi juga proaktif dalam menghasilkan solusi dan alternatif.
Rencana pembukuan karya para peserta Short Course ini diharapkan dapat segera terealisasi dalam beberapa bulan mendatang, sehingga gagasan-gagasan kritis tentang lingkungan dan HAM dapat segera diakses oleh publik luas dan memberikan kontribusi nyata bagi diskursus publik di Indonesia.












