MATAIDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan maraton ke sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) untuk memantau langsung penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai daerah. Berdasarkan data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), hingga Senin sore, jumlah korban meninggal dunia tercatat 604 jiwa.
Kunjungan Presiden dilakukan di Tapanuli Tengah, Kutacane, hingga Padang Pariaman. Dalam pertemuan dengan para pengungsi dan tim lapangan, Presiden Prabowo menyampaikan serangkaian arahan strategis terkait percepatan penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, hingga kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.
Di Tapanuli Tengah, Presiden menyoroti masih banyaknya jalur distribusi yang terputus sehingga menghambat akses bantuan.
“Banyak jalur masih terputus. Kita segera melakukan segala upaya mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami,” ujar Presiden.
Stok BBM dan suplai listrik menjadi tantangan utama. Prabowo memastikan pemerintah mengerahkan semua skenario, termasuk pengiriman BBM melalui kapal besar ke Sibolga dan pesawat Hercules untuk distribusi ke titik-titik yang dapat didarati.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang bekerja di lapangan.
“Saya terima kasih pada semua instansi — TNI, Polri, PU, BNPB. Dengan solidaritas dan kebersamaan, kita kuat dan mampu menghadapi ini,” tegas Prabowo.
Di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Presiden menyoroti urgensi kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
“Ini perubahan iklim yang harus kita hadapi dengan serius. Pemerintah harus berfungsi menjaga lingkungan dan mengantisipasi kondisi masa depan,” ujarnya.
Prabowo menekankan bahwa seluruh daerah harus mulai menyusun langkah antisipasi jangka panjang, memperkuat tata kelola lingkungan, dan meningkatkan mitigasi risiko.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan kepada media mengenai arahan Presiden saat berada di posko pengungsian di GOR Pandan, Tapanuli Tengah.
“Presiden memerintahkan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi — dari makanan, layanan kesehatan, hingga suplai BBM — untuk dimaksimalkan,” ujar Kapolri.
Setiap jalur terputus, kata Kapolri, harus segera diperbaiki. Semua pemangku kepentingan diminta bekerja tanpa menunda untuk memastikan bantuan bergerak secara optimal dan tidak terhambat kondisi lapangan.
Di Aceh Tenggara, Prabowo bertemu warga di posko pengungsian Desa Bambel Baru. Ia menegaskan negara hadir dan segera memperbaiki seluruh jembatan yang rusak akibat banjir bandang.
“Jembatan-jembatan yang rusak akan segera kita buka dan perbaiki. Anggaran sudah disiapkan, dan kita lakukan efisiensi di pusat agar bantuan ke daerah semakin besar,” jelas Presiden.
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban.
Dalam kunjungan ke Nagari Kasang, Padang Pariaman, Presiden memastikan bahwa pemulihan infrastruktur berjalan sesuai progres.
“Listrik di Sumbar sudah hampir 100% pulih. Air bersih sedang dibenahi, jembatan-jembatan dihitung untuk diperbaiki, dan rumah yang rusak akan kita bantu,” katanya.
Prabowo kembali menguatkan semangat para penyintas.
“Kita satu keluarga besar. Negara tidak akan meninggalkan rakyatnya memikul beban sendirian,” tegas Presiden.
Kunjungan langsung Presiden ke titik-titik bencana menegaskan komitmen pemerintah bahwa penanganan ini tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga menyeluruh — mencakup pemulihan, rekonstruksi, dan peningkatan mitigasi jangka panjang.
Dengan kolaborasi lintas sektor serta dukungan penuh masyarakat, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh wilayah terdampak dapat segera bangkit dan pulih.












