Masinton Turun ke Lokasi: Huntara Tak Sekadar Dibangun, Tapi Harus Layak dan Manusiawi

- Editorial Team

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masinton Pasaribu, Bupati Tapteng

Masinton Pasaribu, Bupati Tapteng

MATAINDONESIA.CO.ID, TAPANULI TENGAH – Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga korban bencana lingkungan di Kecamatan Sitahuis, Selasa (23/12/2025). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak ingin penanganan pascabencana berhenti pada janji, melainkan diwujudkan secara konkret dan terukur.

Lahan Huntara direncanakan berlokasi di Balairung Desa Rampah dan Balairung Kelurahan Nauli, dua titik yang disiapkan sebagai tempat penampungan sementara warga terdampak banjir dan longsor.

Dalam peninjauan tersebut, Masinton tak hanya melihat kesiapan lahan, tetapi memastikan aspek dasar kemanusiaan benar-benar terpenuhi: ketersediaan air bersih, aliran listrik, serta fasilitas MCK dengan sistem sanitasi yang layak dan sehat.

“Hunian sementara tidak boleh sekadar ada. Harus layak, bersih, dan manusiawi,” menjadi pesan tak tertulis dari kunjungan tersebut.

Di hadapan warga, Masinton menyampaikan pesan penguatan moral sekaligus solidaritas sosial pascabencana.

“Sabar, tetap semangat, marsiurupan dalam menghadapi keadaan setelah bencana banjir dan longsor. Semoga kita semua diberikan kesehatan oleh Tuhan,” ujar Masinton.

Namun, di balik pesan empati itu, Masinton juga mengingatkan ancaman yang belum sepenuhnya berlalu. Ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa memicu bencana susulan.

“Jangan beraktivitas di area rawan bencana. Dan segera laporkan kepada pemerintah setempat jika ada kejadian di lingkungan bapak dan ibu,” tegasnya.

Peninjauan ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya hadir sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan awal. Huntara bukan sekadar bangunan sementara, tetapi menjadi garis pertama pemulihan martabat warga terdampak, sembari menunggu solusi hunian permanen yang lebih berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik
Rahmawati Wardin: Silaturahmi dan Arisan Pererat Kebersamaan, TP PKK Desa Palipi Soreang Gaungkan Edukasi Cegah Perkawinan Dini
DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama HIPERMAKES, Soroti KLB dan Standar Higiene Dapur MBG
Pemkot Jakut, TNI–Polri Bergerak Cepat Tangani Sampah di Kolong Tol Papanggo
Masih Ada Polisi Baik: Kisah AKBP Arif Menyamar Jadi Rakyat Biasa
Prabowo Siapkan Lahan Strategis di Bundaran HI untuk Gedung Lembaga Umat Islam
Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan Getarkan Yogyakarta, Warga Bunyikan Tanda Bahaya
Penemuan Potongan Uang Kertas Sebanyak 21 Karung di TPS Bekasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:52 WIB

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:14 WIB

DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama HIPERMAKES, Soroti KLB dan Standar Higiene Dapur MBG

Senin, 9 Februari 2026 - 23:15 WIB

Pemkot Jakut, TNI–Polri Bergerak Cepat Tangani Sampah di Kolong Tol Papanggo

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:26 WIB

Masih Ada Polisi Baik: Kisah AKBP Arif Menyamar Jadi Rakyat Biasa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:43 WIB

Prabowo Siapkan Lahan Strategis di Bundaran HI untuk Gedung Lembaga Umat Islam

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:49 WIB

Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan Getarkan Yogyakarta, Warga Bunyikan Tanda Bahaya

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:43 WIB

Penemuan Potongan Uang Kertas Sebanyak 21 Karung di TPS Bekasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:45 WIB

Tewasnya Anak SD di NTT Dinilai Potret Kemiskinan dan Problem Pendidikan

Berita Terbaru

Prosesi Pelantikan Pengurus Cabang Istimewa Luar Negeri KKMSB Mekkah dan Turki

Internasional

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:52 WIB

RUKYATUL HILAL

Agama

Bagaimana Sains Memprediksi Awal Ramadan 1447 H / 2026 M?

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:48 WIB