MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti ampuh menekan gangguan konsentrasi siswa akibat rasa lapar. Temuan ini muncul dari survei evaluasi Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen yang terintegrasi dalam kerangka Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Melalui pembiasaan pola makan sehat, program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi jutaan anak di seluruh Indonesia.
Data hasil evaluasi periode Mei hingga Desember 2025 yang melibatkan 1,2 juta siswa menunjukkan hasil yang signifikan. Sekolah-sekolah yang sudah menjalankan program MBG mencatatkan penurunan gangguan belajar 2,37 poin persentase lebih tinggi daripada sekolah yang belum melaksanakannya. Dampak yang jauh lebih luar biasa terlihat di wilayah Indonesia Timur, di mana penurunan gangguan belajar akibat lapar mencapai 14,85 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah tanpa MBG.
Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan pendekatan sampling sistematik untuk menjaga validitas data. Tim peneliti memadankan sekolah penerima MBG dengan sekolah kontrol yang memiliki karakteristik jenjang, wilayah, dan jumlah murid yang identik. Dengan metode ini, pemerintah memastikan bahwa rekomendasi kebijakan yang muncul benar-benar bersandar pada fakta lapangan yang akurat.
Rusprita menilai pencapaian ini menegaskan bahwa intervensi gizi merupakan kunci utama untuk meningkatkan kesiapan belajar siswa. Program MBG bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, melainkan menjadi alat untuk menghapus ketimpangan akses pendidikan. Bagi anak-anak di wilayah Timur, program ini memberikan peluang yang setara agar mereka bisa belajar dengan fokus yang sama tajamnya dengan siswa di wilayah lain.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa MBG adalah strategi besar untuk menjemput Generasi Emas 2045. Program inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini merupakan investasi jangka panjang pada modal manusia Indonesia. Dengan memastikan anak-anak sejak usia PAUD hingga SMA mendapatkan asupan bergizi, pemerintah sedang menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, serta tangguh secara fisik dan mental.












